Laman

Senin, 25 Juni 2012

Sinopsis 'COME TO ME PAQUITA!'

Sedikit cerita sebelum masuk sinopsisnya. "COME TO ME PAQUITA!" ya, novel yang paling berkesan yang pernah aku baca. Iyalaah, secara, baru satu novel ini yang udah ku tuntasin bacanya sampai selesai, hehehe. Maklum.. Nggak tau kenapa kalau baca buku tebel-tebel gitu agak nggak betah, kalau betah pun lama selesainya, ya mungkin akibat dari kurangnya kebiasaan baca. Tapi waktu aku baca halaman-halaman depan novel yang kupinjem dari temen sekelasku ini, muncul hasrat dan rasa penasaran untuk menyelesaikan membacanya. Yey.. akhirnyaa terselesaikanlah dan nggak mengecewakan hasil penasaranku. Novel yang sebenernya tergolong tipis dibanding novel-novel ratusan halaman ini, berhasil meledakkan ketawaku, bikin senyum mengembang, dan di akhir-akhirnya aku sempet terharu juga. Berlebihan ya? Temenku yang pinjem sebelum aku sih katanya reaksinya waktu baca nggak seheboh aku --' Apa akunya aja yang terlalu berlebihan, mungkin gara-gara terlalu menghayati (loh) dan berimajinasi, makanya bacanya aja lama (lagi-lagi). 
Okee, mari kita masuk pada sinopsisnya, kalau mungkin ada yang belum pernah baca dan penasaran sama isinya. Nih sinopsisnya diambil dari blog penulisnya langsung di http://leylahana.blogspot.com/2011/10/sinopsis-novel-come-to-me-paquita.html.


 COME TO ME, PAQUITA!
Paquita terkejut saat suara hatinya ditanggapi oleh Joan. Ia memang sedang berbicara dengan Joan, tapi hanya di dalam hati. Aneh kan kalau cowok itu menanggapi? Joan sendiri tak mengerti kenapa ia bisa berkomunikasi dengan gadis sederhana bernama Paquita itu. Mimpikah atau memang kenyataan? Yang jadi masalah, meskipun sekelas, mereka belum mengenal satu sama lain. Gara-gara suara itulah akhirnya mereka saling mengenal.
Lama-lama Joan merasa jatuh cinta kepada Paquita. Ia merasa adanya suara hati mengisyaratkan bahwa ia dan Paquita berjodoh. Ia merasa harus mendapatkan Paquita. Mulanya, ia tak berani berterus terang. Selain karena belum pernah jatuh cinta apalagi menyatakan cinta, ia dan Paquita juga berbeda agama. Tidak mungkin mereka menjalin hubungan yang lebih dari dekat. Sampai akhirnya Jullie mendorongnya untuk berani menyatakan cinta itu. Perbedaan agama bukan masalah, begitu kata Jullie. Cinta yang akan menyatukan perbedaan itu. Benarkah? 
Ternyata Paquita tidak sependapat. Sebenarnya ia juga merasakan api cinta itu, tapi berusaha meredamnya. Baginya, perbedaan agama adalah hal yang prinsip. Sudah menjadi keyakinannya untuk tidak menjalin cinta dengan pria yang berbeda agama. Apa lagi ia seorang muslimah yang teguh memegang nilai-nilai agama. Meskipun tak enak hati, ditolaknya cinta Joan yang telah mati-matian memberanikan diri menyatakan cinta kepadanya. Joan frustasi. Terlebih lagi saat tahu Paquita telah dijodohkan.  Apa artinya suara hati yang dahulu menyatukannya dengan Paquita? Tidak ada! Tidak ada artinya sama sekali! Sampai Papa datang dan membawa kabar gembira untuknya. Ia memang berjodoh dengan Paquita!
Gimana? Udah agak terobati penasarannya? Atau malah tambah penasaran? Aku saranin deh baca langsung novelnya, soalnya lebih menarik dan seru daripada sinopsisnya (menurutku). Nggak semua babag cerita tercantum juga di sinopsis di atas. Ada plus-plusnya juga loh, sedikit bahasa spanyol terselip di antara dialog-dialog tokoh yang menambah daya tarik.. InsyaAllah nggak rugi :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar